Mengelola Risiko Kenaikan Harga Bahan Bangunan Saat Kontrak Sedang Berjalan

Dalam pelaksanaan pekerjaan konstruksi dan pengadaan barang/jasa pemerintah, fluktuasi harga bahan bangunan merupakan salah satu risiko pasar yang paling sering memicu gangguan teknis maupun finansial. Kenaikan harga material utama seperti besi beton, semen, aspal, dan bahan bakar minyak (BBM) yang…

Tata Cara Penunjukan Penilai Ahli LPJK dalam Sengketa Kegagalan Bangunan

Sengketa konstruksi yang berujung pada kondisi kegagalan bangunan merupakan salah satu risiko paling rumit dalam pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Pemerintah. Ketika suatu bangunan infrastruktur, gedung, atau fasilitas publik mengalami keruntuhan sebagian/seluruhnya, atau tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya setelah masa penyerahan,…

Panduan Penanganan Kegagalan Bangunan Pasca Pemutusan Kontrak

Pemutusan kontrak kerja sama konstruksi secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) sering kali tidak hanya meninggalkan sisa pekerjaan yang belum selesai, tetapi juga menyisakan risiko teknis yang sangat krusial, yaitu potensi timbulnya kegagalan bangunan. Kegagalan bangunan—yang didefinisikan sebagai kondisi…

Prosedur Penunjukan Langsung Penyedia Pengganti Untuk Sisa Pekerjaan

Pemutusan kontrak secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) akibat penyedia barang/jasa mengalami wanprestasi atau cidera janji sering kali meninggalkan sisa pekerjaan di lapangan yang mangkrak. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola pengadaan, terutama apabila pekerjaan tersebut bersifat strategis,…

Prosedur Pemutusan Kontrak Secara Sepihak Karena Penyedia Cidera Janji

Dalam ekosistem Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Pemerintah, Pemutusan Kontrak secara sepihak oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) merupakan tindakan administratif dan hukum tertinggi yang diambil ketika penyedia barang/jasa terbukti melakukan cidera janji (wanprestasi). Tindakan ini bukanlah pilihan pertama, melainkan opsi pamungkas (ultimum…

Menghadapi Kasus Subkontrak Tanpa Izin PPK Dan Cara Penyelesaiannya

Dalam ekosistem Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) Pemerintah, pengerjaan subkontrak merupakan mekanisme yang diperbolehkan dengan batasan-batasan ketat. Regulasi dirancang agar penyedia utama yang memenangkan tender tetap menjadi penanggung jawab penuh dan mengeksekusi bagian utama pekerjaan. Namun, dalam praktik lapangan di lingkungan Pemerintah…

Cara Menghitung Denda Keterlambatan Dan Eksekusi Jaminan Pelaksanaan Secara Tepat

Dalam pelaksanaan kontrak Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) pemerintah, risiko keterlambatan penyelesaian pekerjaan oleh penyedia merupakan salah satu kendala operasional yang paling sering dihadapi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Ketika penyedia gagal menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditetapkan dalam…

Solusi Saat Kelompok Masyarakat Tidak Mampu Menyelesaikan Pekerjaan Swakelola

Pelaksanaan pengadaan barang/jasa pemerintah melalui mekanisme Swakelola Tipe IV memberikan ruang yang luas bagi Kelompok Masyarakat (Pokmas) untuk berpartisipasi langsung dalam pembangunan di wilayahnya. Pendekatan ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa kepemilikan masyarakat, memperluas kesempatan kerja lokal, serta memanfaatkan sumber daya…

Cara Mengatur Honorarium Tim Penyelenggara Swakelola Sesuai Standar Biaya Umum

Pengaturan honorarium bagi Tim Penyelenggara Swakelola merupakan salah satu aspek teknis yang memerlukan ketelitian ekstra dalam pengelolaan keuangan daerah maupun negara. Tim Penyelenggara Swakelola—yang terdiri dari Tim Perencana, Tim Pelaksana, dan Tim Pengawas—memegang peranan kunci dalam memastikan seluruh tahapan kegiatan…

Panduan Pembuatan Laporan Kemajuan Fisik Dan Keuangan Pada Swakelola Pemda

Pelaksanaan kegiatan swakelola pada Pemerintah Daerah (Pemda) memerlukan mekanisme pengendalian yang terstruktur agar selaras dengan prinsip tata kelola keuangan publik yang akuntabel. Laporan kemajuan fisik dan keuangan merupakan instrumen kendali utama yang digunakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Tim Pengawas,…